Posted by: Titik Asa aka bhamz | 9 Juni 2010

Keindahan itu…

Dipersimpangan jalan,
engkau bertanya,
apakah keindahan itu sesungguhnya?

Aku tersentak,
apakah aku kuasa berucap?

Keindahan itu,
ia hadir dan nyata,
kemanapun matamu menatap,
kemanapun hatimu tertambat,
kemanapun langkahmu kau ayun,
kemanapun hidupmu kau bawa…

Tapi, sadarkah engkau,
dalam keindahan,
tidak selalu terkandung kebahagiaan,
duka lara menyesakkan,
terkadang pula bersamanya…

Apakah engkau kan tetap memujanya,
engkau tetap genggam,
erat tak kan engkau lepas,
walau berat derita yang kan engkau hadapi,
di hari esok hidupmu…

 

Bekasi, 9 Juni 2010

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 22 April 2010

?

Biarlah…,
kita arungi lautan penuh rahasia ini,
berpegang tangan,
bertaut perasaan,
kita urai rahasia ini,
dalam satu hati…

 
Ada tanya,
akankah maya,
berganti realita,
tiada kuasa menerka,
Sang Waktu bicara akhirnya,
Biarlah…

 

Bekasi, 22 April 2010

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 19 April 2010

Ia Manusia Biasa yang Luar Biasa…

Hiruk pikuk kehidupan. Kerja keras mengejar kelimpahan duniawi. Terkadang, bahkan sering, melupakan kaidah moral dan etika. Demi kenyamanan hidup, demi bertumpuk harta, demi seluas kekuasaan. Demi Aku!. Maka, Aku harus Menjadi. Menjadi Aku yang Aku mau. Jadilah Aku penguasa politik. Jadilah Aku penguasa ekonomi. Jadilah Aku penguasa suara publik. Jadilah Aku penguasa dunia dan seisinya. Mungkinkah akhirnya Aku menjadi sang Tuhan itu sendiri….

Semua terjadi disekitar kita kini. Di negeri yang telah menjadi suratan takdir kita tempati. Di negeri yang kiita huni sampai kita mati terkubur coklatnya tanah.

Kini, aku bawa engkau ke dasar kehidupan. Ke tempat dimana sesungguhnya kerja keras itu terjadi. Ke nurani dimana sesungguhnya ketulusan itu bermula. Ke hati dimana sesungguhnya syukur itu tertanam.

Kini, aku bawa engkau menemui ia, seorang sahabatku…

Read More…

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 15 April 2010

Al Qur’an Super Mini milik Sang Anak Revolusi

Hari minggu kemarin aku sowan ke rumah orang tua. Sowan kali ini sepertinya ada yang khusus. “Harus datang”, katanya. “Ada ‘sesuatu’ yang sudah lama ingin ditunjukkan…”, demikian bapak berpesan via telpon.
Tak biasanya bapak seperti ini. Tentu hal ini membuat aku penasaran. Ada apa?

Jadi minggu pagi ini bergegas aku susuri sejuk udara Sukabumi, berjalan kaki menuju ke rumah orang tua. Jarak tempuh antara rumahku dengan rumah orang tua sekitar 5 km. Sekitar 1 jam lebih sedikit sampailah aku ke tujuan. Cukup membuat badan terasa hangat. Sungguh olah raga pagi yang bikin fresh. Ya, moga fresh lahir fresh juga bathin.

Nah, sebenarnya apa yang ingin ditunjukkan bapak kepada aku…

Read More…

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 27 Maret 2010

Knowledge is Power, atau ?

Budaya belajar-mengajar mungkin setua keberadaan umat manusia dimuka bumi. Kebudayaan dan peradaban terus berkembang berlandas pada pondasi belajar-mengajar ini. Suatu perjalanan yang panjang hingga akhirnya kita mengenal institusi formal, seperti sekolah, institut, universitas, sebagai wadah untuk men-sistemasi kegiatan belajar-mengajar ini.

 

Akan tetapi kegiatan belajar bukan hanya kegiatan yang hanya dapat dilaksanakan di institusi formal. Belajar yang sebenarnya belajar bahkan mungkin tercipta dengan kita ber-interaksi dengan lingkungan sosial  kita, dengan masyarakat sekitar kita, dengan keluarga kita atau bahkan dengan diri kita sendiri. Sehingga belajar tidak hanya dibatasi hanya terjadi di institusi formal saja. Sebaliknya di institusi non-formal justru lebih banyak lagi rentang waktu yang diperlukan untuk belajar. Maka, selama hidup kita didunia ini, seyogianya selama itu pula masa belajar kita.

 

Pertanyaan pertama  adalah bagaimana agar kita dapat menyerap dan mengingat sebanyak-banyaknya apa yang telah kita pelajari itu ?

 

Read More…

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 20 Februari 2010

Kasus Toyota: Belajar dari Kesalahan

Tiada kata akhir untuk belajar. Never ending learning!

Itu kata bijak yang juga merupakan hukum alam yang harus diikuti apabila kita ingin tetap maju bergerak merangsak kedepan dalam hidup ini, sehingga kita tidak tertinggal dibelakang untuk kemudian menjadi usang dan lapuk termakan zaman. Sungguh akhir yang tragis bila hukum alam itu kita abaikan.

Nampaknya selain untuk pribadi manusia, hukum itu juga berlaku untuk organisasi. Sehingga tak aneh bila tumbuh teori-teori mengenai Learning Organization. Organisasi yang selalu belajar. Organisasi yang beranggotakan personal-personal yang ter-motivasi dan di-motivasi untuk selalu memperbaharui pengetahuan-pengetahuannya, skill-skillnya maupun attitude-attitudenya.

Kasus menarik untuk disimak berhubungan dengan hukum diatas adalah satu insiden yang terjadi pada produsen mobil Toyota, khususnya di AS.

Read More…

Tags:

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 16 Februari 2010

Ritual Minggu Pagi di Lapang Merdeka

Apa yang ada dipikiran anda ketika bangun pagi di hari minggu?

Anda bingung? Ah, baiknya anda luangkan hari ini hanya untuk keluarga tercinta. Curahkan perhatian penuh pada mereka setelah anda sering tinggalkan mereka seharian selama lima hari kerja, karena demikian sibuknya anda didera rutinitas kerja sehari-hari.

Ya, itulah pilihan yang bijak. Baiknya lagi, bawa seluruh anggota keluarga anda keluar rumah pagi hari. Ajak mereka hirup segarnya udara pagi, jalan kaki bersama atau sekedar gerak badan ringan, cukuplah untuk melancarkan kembali aliran peredaran darah di tubuh. Ajaklah mereka ketempat umum untuk melakukan gerak badan bersama. Tentunya bersama anggota masyarakat lainnya disekitar tempat anda tinggal. Kesegaran tubuh, kebahagiaan jiwa dan keriangan pasti akan didapatkan. Lihatlah air muka anggota keluarga anda, akan terpancar sinar bahagia karena kebersamaan ini.

Read More…

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 1 Februari 2010

Sisi Sadis Seorang Tegar

Pagi cerah. Burung-burung riuh rendah berkicau di pepohonan. Hari ini aku sudah bersiap diri. Ya, bersiap diri untuk melangkahkan kaki. Bak anak burung yang akan meninggalkan sarang induknya. Begitulah aku di pagi itu. Dengan segenap keberanian yang kutumpahkan aku akan pergi meninggalkan kenyamanan, kehangatan dan keceriaan rumah ini. Rumah tempat aku bertumbuh. Rumah tempat aku dibesarkan dengan segenap cinta dan kasih sayang dari Abah dan Emak.

Abah, Emak, pagi ini Tegar pamit. Pamit untuk memulai perjalanan. Pamit untuk bergegas menggapai mimpi. Pamit untuk menyusuri penghidupan sendiri.” Aku mengucapkan kata-kata itu dengan pelan. Abah dan Emak nampaknya merasakan kesedihan yang ada di hati aku.

Berangkatlah Nak. Tak perlu engkau bersedih meninggalkan kami. Tegarlah engkau seperti namamu. Kami akan bersedih bila engkau tetap dalam lingkungan kami, orang tua engkau.

Tegar mohon doa dan restu dari Abah dan Emak.”

Itu tidak usah engkau pinta Nak. Abah dan Emak selalu mendoakan engkau. Moga Gusti Alloh selalu melimpahkan kemudahan di sepanjang perjalanan engkau meraih cita-cita yang telah engkau tumbuhkan….

Ada air mata. Air mata yang tak terbendung di pipi kami bertiga. Tapi sungguh itu bukan air mata duka. Itu air mata yang penuh doa. Doa yang sama-sama dipanjatkan ke hadiratNya.

Maka, kutinggalkan Abah dan Emak. Kutinggalkan rumah ini, kutinggalkan dusun ini. Aku memulai perjalananku menuju impian dan cita-citaku…

Read More…

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 26 Januari 2010

Ilmu Menolong Hidupku …

Ada kata-kata sederhana yang sering disampaikan orang-tuaku mengenai ilmu. Beliau sering bilang, “Kumpulkan ilmu sebanyak yang engkau mampu. Ibarat perkakas, kalau saat ini belum terasa berguna, simpanlah dengan baik. Percayalah, di suatu waktu, entah kapan, perkakas itu akan berguna, bahkan akan menolong hidupmu.”

Tentu saja yang aku maksud ilmu disini ialah ilmu yang positif, ilmu yang memberi berkah pada kehidupan ini.

Ilmu sering kita kejar, baik itu melalui jalur formal maupun informal. Tapi kadang, ada satu waktu dalam hidup kita seakan peluang untuk menambah ilmu itu datang sendiri. Misalnya saja, engkau tiba-tiba menerima undangan untuk mengikuti training dari perusahaan tempat engkau bekerja. Itu yang aku maksud dengan peluang menuntut ilmu yang datang sendiri. Tapi kadang sering aneh juga, ilmu yang akan engkau dapatkan itu sepertinya sedikit relevansinya atau bahkan engkau merasa tidak ada relevansinya dengan pekerjaan yang saat itu menjadi tanggung jawab engkau.

Nah, bagaimana engkau bersikap bila dihadapkan dengan situasi seperti ini?

Read More…

Posted by: Titik Asa aka bhamz | 19 Januari 2010

Perkenalkan, Tegar Namaku…

Perkenalkan namaku Tegar. Lengkapnya Tegar Ikhlasul Barkah

Entah dari mana Abah dapat ide beri aku nama itu. Nama kan doa dan pengharapan orang tua untuk anaknya, bukan? Dari nama itu terlukis harapan orang tua untuk aku, anaknya. Ya, mereka menginginkan aku jadi orang yang tegar, tak gampang menyerah, tak putus dirundung malang. Ikhlasul, dari kata ikhlas. Ikhlas menerima apapun yang diterima dan dihadapi. Pahit manis, suka duka, semua sama saja. Abah sering bilang, kita manusia yang tiada daya dan upaya, hanya Gusti Alloh yang maha kuasa. Hanya dengan ikhlaslah dada kita akan lapang tak perduli apapun kondisi dihadapan kita. Itu selalu terngiang di telinga aku. Barkah, dari kata barokah. Tapi lidah orang Sunda terlanjur terpeleset, jadilah barkah. Jadi dengan tak gampang menyerah dalam menghadapi keras kehidupan, ikhlas menerima apapun yang diterima setiap hari, akhirnya berkah yang akan diperoleh.

Aku pikir Abah itu luar biasa. Bagaimana tidak, Abah yang pendidikan formalnya rendah, sehari-hari hanya sebagai petani, punya konsep yang demikian dahsyat untuk kehidupan anaknya.

Read More…

Older Posts »

Categories